Sabtu, 15 Oktober 2011

Dunia Di Mata Saya



Kembali Ke Pantai

deru itu seperti memanggilku
bertekuk diatas pasir sambil memandang bebatas langit
atau duduk bersila memuja cakrawala semesta
ombak kini sampai
berlarian dari perut laut yang dalam
terhempas di bibir daratan
seperti senja yang aku puji
kidung nyawa yang tergerak sendiri
andai aku ikan
atau aku burung camar
nikmati suasana ini
damai melekat yang diudarai kenangan
selama aku kumang yang berlarian di butiran ingatan
pulang
aku ingin pulang
meski aku tak dilahirkan diantara kerak karang
tapi aku nyaman dibenam
pantai
ada sendu yang kau hadirkan
kau lumat aku dalam rindu yang kuasa
aku ingin ke bibir daratan
lalu pulang ke laut dalam
dan aku tenggelam
sebelum kembali ke pantai


PERKOSA AKU

Ia lihai berbicara
kicauannya hangat damaikan telinga
namun lama-lama kuping ini panas juga
sampai congek busuk memenuhinya

mata ini damai menjadi saksi
akan aksi yang membuat hidupi hati
tapi pelan-pelan binar ini perih sendiri
ada setumpuk belek hinggap tutupi

rasa ini syahdu mendayu
saat pengayom beradu ilmu
meski lambat-lambat semakin tahu
ada sebongkah daki memuai semu

aroma itu usap hidungku
wewangi khas padang kesturi
namun sadar bebauannya
karena setumpuk tahi yang kukira madu bersusu

ini tentang kamu yang pergi jauh
sakit karena silikon atau pikun monyet yang bau
ini juga tentang kamu
bini pejabat yang tak ampuh malu
atau kamu
antek penguasa yang pura pura diburu
kamu tau
kamu itu busuk

kami capek jadi rakyat negeri sampah ini
cepat tuhan lirih kami
undang ulat bulu atau lintah yang beribu
tambah juga phiton yang semakin semarak
arak kami yang mati terinjak

adakan saja gempa atau tsunami
longsor dan banjir tak mempan lagi
hantam kami juga dengan tornado yang kami namai payudara beliung
musnahkan kami
perkosa kami dinegeri ini
perkosa kami
telanjangi kami
cabuli kami
lalu timbun bangkai busuk kami

Menunjuk Langit

sepi ini seperti tikus
gerogoti jiwa yang lapuk karena pilihan
hati ini pun mulai beragi
jamurnya mulai lumutiku yang tiada henti pikirkannya
Tuhan yang tak pernah salah
tapi ia buat keliru hatiku
bingung
memegang sayapnya yang kelabu
hujan saja tetap turun meski matahari bermuka terang
saya tak niat salahkan Tuhan
atas hendakNya yang titipkan kebodohan
bodoh yang ia sematkan
dalam kotak rindu berisi cemburu
kenapa dia Tuhan tanyaku
Ia yang pandai berfirman tak balas suaraku
hanya gema hati katakan ini terbaik
sayap itu masih kelabu bagiku
rindu itu kini akut lebihi tikus gerogoti otaku
pikirkan dia yang tak memikirkan
Tuhan,
tanyaku lagi
kutunjuk kau!
Karena ini salahmu
buatku rindu pada ciptamu yang tak pantas untuku
ini salah Tuhan,tambahku
Ia yang agung diatas sana tak kutau maksudnya
mungkin Ia senyum atau tertawa
Tuhan ku tunjuk kau
sebab hendakmu yang sebab ini semua

Dialog Bodoh

Dia ada diatas sana katamu
Dia jauh angkangi kita tambahmu
Dia ada disini alihku
Dia dekat seruku
Lalu siapa yang biasa ditunjuk manusia tanyamu
itu hanya umpama kataku
lalu kenapa ada arsy lagi mu
itu tempat menurutku
Tuhan tidak terikat ruang dan waktu lanjutku
tapi Tuhan sertakan Dirinya dalam hidup ciptanya ujarku
ini membingungkan dengusmu
ini kebodohan kataku
bodohnya tanya Tuhan dimana selorohmu
bodohnya anggap Dia seperti ciptanya tukasmu
diam,
simak,
percaya dan pikirkan tutupku

Malam bagi Bajingan

tak berumah buat apa pikirkan pulang
tak berbaju untuk apa pikirkan cuci
tak berpintu tak pula dipusingkan kunci
kita ini layak binatang
hanya lapar yang buat kita bertahan
pasrah tak berkasur
dingin selimut udara
namun kita bangga
kita tak gendut seperti monyet berdasi digedung sana
kami binatang yang memang jalang
kami hina juga keparat
kami compang camping dan bau
tapi kami masih mulia
sebab kami hanya berkawan kekurangan
tidak seperti kalian
hormat membuncit lemak haram
perebutkan jabatan demi kepuasan sobat kalian
apa kabar setan ?

Tentang KAMU
Ada pasar yang menjadi saksi kami
saat aku berjalan beriringan
melangkah dengan debar indah di hati
mencari benda untuk cinderamata kami
aku mencari
dan aku bahagia mencari
pasar kotorpun bak surga bagi kami
tidak!
Mungkin hanya aku yang merasakannya
biarlah .
Aku bahagia pastinya

ada handphone yang biasa ku genggam
aku ingat padanya kembali
selalu harap hati ini
pesan darinya pelipur hati
atau suaranya
yang damaikan gemuruh rindu disini
didalam jiwa ini
aku ingin genggam suaranya dan raba teks dalam pesannya

ada bangku sebagai saksi
kami duduk malu
tidak!
Hanya aku yang rasakan itu
tapi apa peduliku
aku tetap memujamu
selalu harap sedekat mungkin denganmu
kamu
hadirmu
yang selalu dan selamanya aku tunggu

ada iklan sebagai pengingat
tari anak kecil dalam hangat
erat kucoba pegat
tertawa kecil yang membuatku ingat
aku selalu semangat
jika akan bertemu denganmu meski hanya sesaat
aku tersesat
dalam sayang yg kadang pantas diumpat

ada foto sebagai kenangan
akan kebersamaan yg pernah kita lakukan
semalaman
aku tepekuri lembar demi lembar
hati yang hambar
luluh hancur saat melihat gambar
sayang
aku selalu malang
saat kamu hilang
dan lenyap dalam kegamangan
pulang nanti
aku rindu kamu dihati ..

2 komentar:

Bagi yang bukan Blogger dapat memberi komentar dengan cara memilih form Name/URL pada link Berikan komentar sebagai :
isi Name dengan Nama lalu isi Url dengan Link Facebookmu.