Minggu, 24 Februari 2013

MINGGU INI, SAYA


POSTINGAN kali ini mungkin sejenis rangkuman dari beberapa kejadian yang saya alami minggu-minggu ini. Beberapa hal yang entah kenapa seperti menggelitik saya untuk mengabadikannya dalam sebuah tulisan. Tentu semua ini hanya pandangan subjektif saya sehingga tentu saya tidak meminta persetujuan anda. Entahlah, belakangan ini saya merasa berada dalam masa kelabilan paling akut sepanjang 2013 sekaligus masa-masa awal saya menjejakan kaki didalam usai yang baru.

CURHAT DI FACEBOOK ! ALAY LO !

Facebook barangkali sudah menyerupai kebutuhan primer bagi sebagian orang, ketika membuka facebook seperti sebuah rutinitas wajib. Mungkin bagi pengguna yang sudah adiktif terhadap situs ini, tak membuka facebook dalam sehari seperti mengurungmu pada ruangan abstrak. Padahal nyatanya, facebooklah ruangan tersebut, yang membuatmu hanya melihat dunia lewat layar ponsel, tablet, PC atau laptop.

Kamis, 24 Januari 2013

Surat Untuk Ayah

Ayah, bagaimana kabar ayah disana ? Ayah baik-baik saja kan ? Yah, ini tepat seminggu sejak ayah pergi. Wah, rasanya baru kemarin sore kita ngobrol diteras depan sambil minum teh hangat buatan ibu ya yah.
 
Ayah, hari ini hujan deras. Aku jadi ingat dulu selalu meminta hujan berhenti sejenak agar ayah bisa pulang. Aku kan tau ayah pasti nakal lagi ga bawa payung seperti yg ibu suruh. Aku pasti menunggu ayah diteras depan sambil membawa handuk hijau kesayangan ayah.
 
Tapi, kini tak ada yang aku tunggu, meski begitu yah. Aku masih duduk diteras sambil membawa handuk hijau ayah. Mungkin ayah bertanya untuk apa. Aku juga ga tau yah, aku hanya belum bisa menghentikan kebiasaan itu.
 

HUJAN, SEBATANG ROKOK DAN KACAMATA


Sore itu. Masih tersisa hujan yang tiba sedari Ashar. Mencumbui tanah Bekasi yang meski sudah beberapa minggu ini memasuki musim penghujan namun jua tak terbasahi wajahnya. Jam beranjak dari pukul 18.00 WIB. Cepat kumatikan komputer yang sudah seharian ini tak lepas ku tatap. Pekerjaan hari ini menguras otakku. Harus mengurusi sekian banyak data dan laporan. Merunut history pemakaian spare parts. Pekerjaanku sebagai Pengontrol ketersedian spareparts menuntutku untuk teliti dan selalu mengecek jumlah stok barang-barang yang akan digunakan untuk perbaikan mesin.

Penat sudah terasa sekujur tubuh. Hembusan AC membelai tengkuku. Kuamati dari jendela tempat kerjaku hujan tak jua mengusaikan invasinya. Aku tersenyum. Bekasi jarang hujan. Dan aku yang berasal dari Kota Hujan sudah barang tentu senang tak alang kepalang saat melihat anak-anak langit itu bercanda memenuhi jalan dengan kecipak suaranya.

Kulihat atasanku juga mengusaikan pekerjaanya. Wajahnya letih. Kuakui belakangan ini kondisi kerjaan kami cukup buruk. Mendadak beberapa mesin harus berhenti dikarenakan kerusakan yang cukup parah. Kami berjalan menuju pintu keluar bersama. Seperti biasa kami mulai mebicarakan banyak hal. Sampai suatu pertanyaanku menghentikan langkahnya sesaat kami tiba tepat disebuah Ruang pompa air.


Minggu, 20 Januari 2013

Lelucon Sembrono dalam Sinetron Islami Indonesia



PUNYA keinginan nulis itu seperti orang pengen buang hajat, kalo ga cepet-cepet dikeluarin bakal mengganggu banget ! yeah, itulah yang saya rasain ketika mendapati ide menulis tema ini, sebenernya udah ngantuk bin males, tapi karena belum keluar dalam berbentuk tulisan, akhirnya jadi malah ga bisa tidur. Euh ..

Sudahlah, saya kira sudah cukup mukadimah diatas, mari kembali ke kancut #eh. Maksudnya ke topik pembahasan kita kali ini.


Minggu, 23 September 2012

AKU ( tidak ) GILA !


JANGAN kau tanya apa yang aku cari. Sebab dari teduh matanya tak kutemui aku disana, atau dari bibir indahnya tak kudapati namaku disebutnya. Atau dari acuhnya, atau dari pengabaiannya. Mungkin aku yang terlampau berharap atau dia yang tak kunjung tanggap. Ada hati yang selalu merinduinya, ada otak yang selalu memikirkannya dan ada cinta yang selalu menunggu balasan darinya.

Beberapa bulan lalu seorang gadis baik mengirimkan pesan kepadaku. Dia perempuan sholehah yang kini mengajar disebuah TK, anggun sekali prilakunya. Ia begitu cantik dengan caranya. Ia menyatakan cinta kepadaku. Aku bergeming. Aku bingung. Apa yang harus aku jawab sebab tak ada hati yang dapat kuberi. Meski ia tak jua bertanya. Hanya menyatakan. Hanya menyampaikan. Tapi itu cukup membuatku berjaga hinga besok paginya. Apalah yang ia lihat dari pecundang sepertiku ? kenapa ia jatuhkan hatinya pada hatiku ?